Mamuju – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulbar menjalin kerja sama dalam upaya penanganan permasalahan hukum di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. Itu ditandai dengan dilakukannya Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) oleh Ketua DPRD Sulbar St. Suraidah Suhardi bersama Kajati Sulbar Andi Darmawangsa, pada Rabu 18 September 2024, bertempat di Gedung DPRD Sulbar. Kesepakatan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan adanya penanganan yang terkoordinasi dalam penyelesaian masalah hukum, terutama yang berkaitan dengan Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, demi menjaga stabilitas dan kepastian hukum di wilayah Sulbar. Kajati Sulbar, Andi Darmawangsa dalam sambutannya mengatakan dengan adanya MoU antara Kejati dan DPRD Sulbar akan membuka ruang adanya sinergitas dan kolaborasi kerja sama dalam penyelesaian permasalahan Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara. “Saya selaku Kajati Sulbar melalui Jaksa Pengacara Negara berkomitmen untuk siap memberikan bantuan hukum, pertimbangan hukum, dan tindakan hukum lain, baik di dalam maupun di luar pengadilan terhadap permasalahan hukum yang dihadapi oleh DPRD Sulbar," ucap Andi Darmawangsa. Ditemui usai penandatanganan, Ketua DPRD Sulbar St. Suraidah Suhardi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kejati Sulbar. "Kita mengapresiasi dan berterimakasih kepada Kejati Sulbar karena hari ini (Rabu 18 September red.) kita sudah melakukan kerja sama melalui MoU. Ini sebagai bukti bahwa kita bisa bersinergi dengan semua pihak. Kami berharap juga kedepannya bersama Anggota DPRD yang baru kita akan lakukan hal yang sama," ucapnya. Suraidah menambahkan, dirinya juga sudah menyampaikan kepada Kajati Sulbar untuk menjadi narasumber pada pembekalan Anggota DPRD nantinya. “Ini agar kita mengetahui aspek-aspek hukum mana yang boleh dan tidak boleh kita lakukan dan tentu ini sebagai upaya integritas kita sebagai Anggota DPRD Sulbar," tutupnya. Pada Penandatanganan MoU tersebut turut hadir Wakil Ketua DPRD Sulbar, Abdul Rahim bersama Abdul Halim, beberapa Anggota DPRD Sulbar, Sekretaris DPRD Sulbar…
Mamuju --Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melakukan launching Roadmap penanganan stunting terpadu (PASTIPADU), Kamis 19 September 2024. Kegiatan dengan tema 'Posyandu aktif dan berkualitas untuk stop stunting baru di provinsi Sulawesi Barat' dihadiri sejumlah pimpinan instansi, lembaga vertikal se -Sulbar. Kepala Badan Perencanaan dan Riset Pembangunan Daerah (Bapperinda) Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana menyampaikan, stunting menjadi masalah serius di sejumlah daerah, di Sulbar. Pada tahun 2022 angka prevalensi stunting naik menjadi 35,0%, dan berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023 angka prevalensi stunting turun menjadi 30.3 %. Permasalahan lain, Perkawinan 11,25 persen, angka kematian ibu hamil dan menyusui masih banyak anemia dan kekurangan energi kronis, reproduksi remaja, pasangan usia subur belum sepenuhnya berpartisipasi dalam program KB, termasuk akses sanitasi. Sehingga kata Junda diperlukan langkah strategis untuk mempercepat penanganan stunting sehingga dapat mencapai target nasional, 14 persen. Maka dibuatlah Roadmap PASTIPADU diharapkan dapat menjadi panduan menurunkan stunting di Sulbar secara signifikan. "Atas permasalahan ini diperlukan langkah strategis sehingga Roadmap ini menjadi peta jalan, mengintegrasikan berbagai program dan upaya yang ada untuk memutus mata rantai stunting," kata Junda melalui sambutan. Disampaikan pula, terima kasih atas dukungan penuh dari Tim Penggerak PKK Provinsi Sulbar sehingga PASTIPADU dapat hadir di tengah-tengah masyarakat. Penjabat Gubernur Sulbar Bahtiar Baharuddin menilai Roadmap PASTIPADU merupakan project perubahan terbaik yang dilakukan Bapperinda Sulbar. "Saya dirjen Kemendagri saya pernah membuat inovasi, tapi ini super keren karena ilmiah metodologi, implementatif dan analisis dan memiliki nilai kemanfaatan baik internal dan eksternal. Proyek perubahan itu harus seperti itu, metodologis, realistis untuk bisa dilaksanakan, tahapan sejelas dan dampaknya juga jelas," kata Bahtiar Baharuddin. Menurut Bahtiar, tidak mudah mengurusi stunting di Sulbar. Dia mengaku saat mulai bertugas di Sulbar langsung melakukan pemetaan beberapa tantangan dalam penanganan stunting di Sulbar. Mulai dari tantangan alam yang banyak pegunungan dan pulau-pulau kecil yang sulit diakses, persebaran penduduk…
Mamuju -- Salah satu kegemaran petani Sulawesi Barat saat ini adalah berkebun durian. Setidaknya sudah terdapat 100 an lebih warga Sulbar memilih bercocok tanam dengan menanam durian khususnya durian montong seperti di Kecamata Bulo Kabupaten Polman serta kabupaten lainnya. Agar daerah yang memiliki tanah yang subur ini menjadi salah satu kawasan penghasil durian terbesar di Indonesia, Pj Bahtiar mengumpulkan para pemangku durian yang ada di Sulbar. Silaturrahmi bersama stackholder durian tersebut berlangsung di halaman rujab gubernur Sulbar, Rabu malam 18 September 2024. Mereka yang hadir adalah komunitas petani durian, petani milenial, penjual bibit hortikultura serta pedagang durian, Ketua Kelompok Tani Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Petani Peternak Muda Keren (PPMK) Kabupaten Mamuju, Muhammad Padil dan komunitas petani durian. Pertemuan ini menindaklanjuti hasil pertemuan dan diskusi Pj Bahtiar dengan petani saat berkunjung ke Salubaran pekan lalu. Hadir sejumlah petani termasuk Ketua Kelompok Tani Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Petani Peternak Muda Keren (PPMK) Kabupaten Mamuju, Muhammad Padil dan komunitas petani durian. Pertemuan kali ini salah satunya membahas mata rantai bisnis durian asal Sulbar, menanam durian jenis musangking, pembibitan serta menyiapkan Sulbar penghasil durian terbesar di Indonesia. Pj Bahtiar mengatakan komoditi durian merupakan salah satu komoditi unggulan di Sulbar, dan menurutnya Sulbar perlu membuat branding sendiri. Selain itu kata dia komoditi durian memiliki potensi pasar yang besar, dan Sulbar sangat cocok untuk mengembangkan Durian. "Ini Bisnis durian besar sekali peluangnya, tapi urus dulu hulunya, yaitu pembibitan. Durian bisa mengangkat ekonomi Sulbar dan bisa menjadi Karakter Sulbar karena memang kita daerah pegunungan bagus sekali," kata Bahtiar. Kelebihan lain dari komoditi durian, lahan dapat juga ditanami tanaman sela yang bersahabat tanaman durian, misalnya kakao dan kopi. "Saya akan serius mengurus durian, dan saya harap masyarakat terus dibina untuk mengenal pola pengembangan durian di Sulbar," ucap Bahtiar. Sumargani, Ketua Asosiasi Petani Durian Sulbar…
Mamuju--RSUD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar Rapat Evaluasi SPBE Tahun 2024, Selasa, 17 September 2024. Rapat ini dipimpin langsung Direktur RSUD Sulbar dr. Marintani Erna Dochri. Rapat di Aula Lt 3 RSUD Sulbar ini merupakan tindak lanjut Surat Sekretaris Daerah Sulawesi Barat Nomor B- 000.4 12/523/IX/2024/SETDA Tanggal 11 September 2024, Perihal Penyampaian Tahapan Evaluasi SPBE OPD Tahun 2024. Bahwa sistem pelaporan akan dibuka pada tanggal 1 sampai 20 Oktober 2024. Dalam arahannya, Direktur RSUD Sulbar dr. Marintani Erna Dochri menyampaikan bahwa SPBE merupakan indikator yang sudah ditetapkan oleh Provinsi Sulbar dan merupakan penilaian kinerja bagi rumah sakit, yang tentunya di dalam SPBE ini sudah termuat semua indikator. Marintani mengharapkan kerja sama yang baik kepada jajarannya dan meminta agar menggunakan waktu dengan baik dalam pengisian SPBE tersebut, sehingga RSUD bisa meraih hasil seperti tahun sebelumnya, dengan indikator yang bisa memuaskan sehingga bisa mencapai target yang ditentukan atau target nasional. Sementara, Plt. Kabid Perencanaan Erieka Novianti, menyampaikan bahwa dalam pembahasan indikator perlu ada penanggung jawab dari setiap dominan yang akan dievaluasi. Selanjutnya, pembahasan indikator penilaian evaluasi penerapan SPBE. Terdapat 25 indikator, terdiri dari Domain Tata Kelola 4 indikator, Domain Manajemen 18 indikator dan Domain Layanan ada 3 indikator. Dalam pembahasan ini dipandu oleh Kasubid Program Evaluasi dan Litbang Nurfaidah. Penulis : RSUD Sulbar Editor : humassulbar
Mamuju--Direktur RSUD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dr. Marintani Erna Dochri bersama Jajaran Manajemen RSUD Sulbar mengikuti Pembukaan Kejuaraan Mini Soccer dan Olahraga Tradisional Redi Papan di Lapangan Mini Soccer Kompleks Kantor Gubernur Sulbar, Selasa, 17 September 2024. Kegiatan yang digelar Pemprov Sulbar melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) ini sebagai upaya mengembangkan dan pemberdayaan olahraga di tengah masyarakat. Dan juga sebagai salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Sulbar ke 20 Tahun. Kegiatan di awali dengan senam bersama, kemudian dilanjutkan dengan Pembukaan Kejuaraan Mini Soccer dan Olahraga Tradisional Redi Papan oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Sulbar Amujib didampingi Kadispora Sulbar Safaruddin Sanusi DM. Direktur RSUD Sulbar, dr. Marintani Erna Dochri sangat mengapresiasi kegiatan Kejuaraan Mini Soccer dan Redi Papan tersebut. "Saya sangat mengapresiasi kejuaraan ini, yang mana pada kegiatan ini kita menjalin silaturahmi antar OPD dan memperkenalkan cabang olahraga Redi Papan ini di enam kabupaten," kata Marintani, saat ditemui usai acara pembukaan. Sebelumnya dalam acara pembukaan, Kadispora Sulbar, Safaruddin Sanusi DM, menyampaikan bahwa dalam rangka memperingati HUT Sulbar tahun ini begitu banyak agenda yang dilakukan oleh Pemprov Sulbar. “Salah satunya dua agenda besar ini yaitu Redi Papan dan Moni Soccer. Ini yang menjadi agenda tiap tahun yang dilaksanakan di beberapa kabupaten, bukan hanya dilaksanakan di kota provinsi,” kata Safaruddin. Ia menambahkan, dari enam kabupaten di Sulbar ada empat kabupaten yang sudah mendaftar bahkan ada yang dari vertikal dan Redi Papan ada sekitar 30 peserta. Mewakili Pj. Gubernur Sulbar Bahtiar Baharuddin, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Sulbar Amujib yang juga Ketua Panitia HUT ke 20 Sulbar, dalam sambutannya menekankan pentingnya menanamkan semangat sportivitas dalam diri khususnya bagi para atlit selama dalam mengikuti kejuaraan tersebut. “Konsekuensi dari semuanya ada kalah ada menang, dengan semangat sportivitas itu akan menjadi motovasi kita, sehingga kalah menang menjadi hal…
Mamuju – Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), drg. Asran Masdy, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Pembentukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), yang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulbar. Acara ini diselenggarakan di Hotel Matos, Mamuju pada Selasa, 17 September 2024. Rakor ini bertujuan untuk mempersiapkan pembentukan KPPS dalam rangka Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Bupati dan Wakil Bupati yang akan digelar pada tahun 2024. Kegiatan ini dihadiri berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu), termasuk perwakilan dari instansi pemerintah, organisasi masyarakat, dan pihak terkait lainnya. Dalam pemaparannya, Kadis Kesehatan Sulbar drg. Asran Masdy menekankan pentingnya kesehatan dan keselamatan petugas KPPS di lapangan, terutama mengingat berbagai tantangan yang dihadapi selama proses Pemilu, termasuk cuaca, jarak tempuh, dan kondisi kesehatan masyarakat setempat. "Kesiapan fisik dan kesehatan para penyelenggara Pemilu adalah salah satu faktor utama kesuksesan dalam pelaksanaan pesta demokrasi ini. Oleh karena itu, kita harus memastikan bahwa seluruh petugas KPPS dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menjaga kesehatan," ujar Asran. Rakor tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara KPU dan Dinas Kesehatan Sulbar serta para pemangku kepentingan lainnya guna menyukseskan Pemilu yang aman dan sehat bagi seluruh pihak yang terlibat. Penulis : Dinkes Sulbar Editor : humassulbar
Mamuju -- PJ Gubernur Sulawesi Barat , Bahtiar Baharuddin mengundang petani asal Desa Salubarana Kecamatan Sampaga Kabupaten Mamuju, di Rujab Gubernur Sulbar, Rabu 18 September 2024. Pertemuan ini menindaklanjuti hasil pertemuan dan diskusi PJ Bahtiar dengan petani saat berkunjung ke Salubaran pekan lalu. Hadir sejumlah petani termasuk Ketua Kelompok Tani Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Petani Peternak Muda Keren (PPMK) Kabupaten Mamuju, Muhammad Padil dan komunitas petani durian. Pertemuan kali ini salah satunya membahas rencana pengembangan komoditi durian di Sulawesi Barat. Seperti disampaikan PJ Bahtiar, komoditi durian merupakan salah satu komoditi unggulan di Sulbar, dan menurutnya Sulbar perlu membuat branding sendiri. Untuk itu, rencananya PJ Bahtiar akan menanam 5.000 Durian di Sulbar. Kata dia komoditi Durian memiliki potensi pasar yang besar, dan Sulbar sangat cocok untuk mengembangkan durian. "Ini bisnis durian besar sekali peluangnya, tapi urus dulu hulunya, yaitu pembibitan. Durian bisa mengangkat ekonomi Sulbar dan bisa menjadi Karakter Sulbar karena memang kita daerahbpegunungan bagus sekali," kata Bahtiar. Kelebihan lain dari komoditi durian, lahan dapat juga ditanami tanaman sela yang bersahabat tanaman durian, misalnya kakao dan kopi. "Saya akan serius mengurus durian, dan saya harap masyarakat terus dibina untuk mengenal pola pengembangan durian di Sulbar," ucap Bahtiar. Sumargani, Ketua Asosiasi Petani Durian Sulbar bersyukur dapat duduk bersama Pj Gubernur Sulbar Bahtiar Baharuddin. Pertemuan ini akan memotivasi petani dan menjadi harapan bagi petani untuk terus mengembangkan komoditi durian di Sulbar. "Ini luar biasa. Ternyata kami tidak sendiri, dengan Support pak Gubernur ini memotivasi kami petani di Sulbar,"tandasnya. (Rls)
MAMUJU - Tokoh masyarakat, agama, pemuda dan pemerintah setempat Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju silaturahmi bersama Pj Gubernur Sulbar Bahtiar Baharuddin di kantor kecamatan, Rabu 18 September 2024. Pemerintah dan masyarakat setempat sangat senang dengan kehadiran rombongan Pemprov Sulbar melaksanakan beberapa kegiatan di Kecamatan Tommo. Hadir mendampingi Pj Ketua PKK Sulbar Ny Hj Sofha Marwah Bahtiar, Ketua Baznas Sulbar, Ketua Apdesi Mamuju, Asisten dan para pejabat Pemprov Sulbar. Salah satu masyarakat Mansur mengapresiasi atas kehadiran Pj Gubernur Sulbar ke Tommo yang jarang dilakukan pejabat. "Kita sangat bersyukur atas kehadiran Pj Gubernur, semoga apa menjadi harapan masyarakat bisa menjadi perhatian seperti susahnya didapatkan pupuk organik," kata Mansur. Senada, Camat Tommo M Rudi mengungkapkan rasa terimakasih atas kehadiran Pj Gubernur, karena banyak pelajaran yang didapatkan masyarakat selama berdiskusi bersama dan bersilaturahmi. "Banyak pelajaran yang bisa didapatkan apa yang disampaikan Pj Gubernur, dimana masyarakat banyak bergantung pada pertanian agar terus berkembang lebih maju," ucap M Rudi Hal yang sama perwakilan petani Rustam menyampaikan banyak masyarakat Tommo bergantung pada Padi, Sawit, hingga kakao. "Ada juga budidaya ikan tawar, namun jumlahnya tidak terlalu banyak," ujarnya. Mendengar itu, Pj Bahtiar langsung merespon untuk memberikan bantuan ribuan bibit ikan nila kepada masyarakat Tommo. "Silahkan buat permintaannya langsung saya berikan bibit ikan nilanya, karena jenis ikan ini yang cepat bisa tumbuh cepat dan menghasilkan," ungkap Pj Gubernur Sulbar Bahtiar Baharuddin, saat dilaturahmi dengan tokoh masyarakat Tommo. Sementara itu, dirinya sangat senang berkunjung ke wilayah pelosok Mamuju yakni Kecamatan Tommo, dimana dulunya hutan disulap menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi yang hebat. "Ada perkebunan dan pertanian berkembang pesat disini yang dihuni masyarakat transmigrasi lokal, maupun dari provinsi lainnya. Saya atas nama Pemda sangat berterimakasih atas dedikasihnya membangun wilayah Tommo ini," imbuhnya. Selain itu, pencapaian yang didapatkan hari tidak boleh berpuas, perlu pendidikan, gizi, kesehatan lebih baik maka produksi masyarakat harus bertambah. "Makanya…
MAMUJU - Gerakan Pangan Murah atau pasar murah Pemprov Sulbar pertama kali menyasar wilayah pelosok Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju, Rabu 18 September 2024. Masyarakat setempat sangat terbantu dengan adanya pasar murah yang dilaksanakan Pemprov Sulbar. Salah satu warga Yusak mengatakan sangat terbantu dengan adanya dilaksanakan pasar murah yang diinisiasi Pj Gubernur Sulbar Bahtiar Baharuddin. "Pasar murah ini menurut saya sangat membantu masyarakat, terutama warga Tommo, apalagi yang berpendapatan dibawah rata-rata," kata Yusak. Ia menambahkan saat belanja di pasar murah yang dipusatkan di Kantor Kecamatan Tommo, dirinya membeli beras, telur dua rak, dan tomat. "Kita berharap kepada Gubernur bahwa pasar murah ini bisa terulang kembali. Karena sangat membantu masyarakat, apalagi kita ini ada di daerah pelosok," tambahnya. Apalagi, kegiatan seperti ini jarang sekali terjadi menyasar daerah jauh dari perkotaan. "Semoga terus berlanjut, minimal satu kali sebulan. Jadi sangat membantu masyarakat miskin," harapnya. Sekdes Tamejarra Kecamatan Tommo Fajaruddin mengungkapkan pasar murah yang dilaksanakan Pemprov Sulbar ini sangat bagus sekali. "Seingat saya semenjak di sini barusan saya dengar dan lihat adanya pasar murah. Ini sangat bagus sekali," ucap Fajaruddin. Sementara itu, dirinya sempat berbincang bersama para tokoh masyarakat dan berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut kedepannya. "Semoga ini terlaksana minimal satu kali dalam tiga bulan, mengingat perekonomian masyatakat kadang pasar surut. Jadi kedepannya kami harapkan bisa terus dilaksanakan," ujarnya. Menurutnya, langkah yang dilakukan Pj Gubernur Sulbar ini perlu dicontoh, mengingat masa jabatannya tidak lama di Sulbar. "Langkah yang diambil ini sampai menyasar ke Tommo sangat baik buat kami masyarakat. Kegiatan ini sangat membantu dan bisa minimalisir sedikit keuangan kita terutama ibu-ibu rumah tangga," imbuhnya. Sedangkan, Pj Gubernur Sulbar Bahtiar Baharuddin menyampaikan selama ini GPM Pemprov sudah bagus karena mempemgaruhi inflasi, namun itu hanya menyasar daerah perkotaan saja. "Selama ini pengambilan data BPS hanya di pasar tradisional yang ada di kota dan ini cukup…